Kontraktor Tewas Kecelakaan Saat Bersama Wanita Lain, Istri: Biar Selingkuh Asal Tak Ditinggal Mati

rini-puspitawati_20181017_104149
Rini Puspitawati, model cantik pengemudi Honda CR-V yang menjadi korban kecelakaan tragis di jurang sedalam 200 meter, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedono.

Rini atau yang dikenal dengan nama Rindu masih berada di dalam ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Soedono.

Direktur Utama RSUD dr AGEN TOGEL TERPERCAYA Soedono Madiun, dr Bangun Tripsila Purwaka, ketika dikonfirmasi mengatakan, Rini masih dalam kondisi berat.

“Saat ini pasien masih dirawat di ICU. Masih dalam kondisi berat dan perlu alat bantu,” kata dr Bangun.

Saat ditanya mengenai kondisi pasien, dr Bangun enggan menjelaskan kondisi Rini secara detail, karena alasan privasi.

Begitu juga ketika ditanya apakah Rini sudah sadar, dr Bangun enggan menjelaskan secara spesifik.

“Kalau di ICU berarti masih butuh alat-alat supporting life,” imbuhnya.

Mobil bercat putih dengan nopol T 1201 EJ terjun ke jurang Sarangan sedalam 200 meter, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan pengendara Rini Puspitawati
dan teman pria yang  duduk di sampingnya, Ragil Supriyanto meninggal di lokasi kejadian.

Korban tewas merupakan pria beristri asal Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora, Jawa Tengah, sementara sang pengemudi wanita berasal dari Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi, Jawa Timur.

Akibat peristiwa tersebut Ragil Supriyanto terlempar ke luar dan tewas di tempat, sementara Rini terjepit di dalam mobil namun masih bisa selamat.

Istri korban, TH sebelumnya telah mencium adanya indikasi perselingkuhan yang dilakukan suaminya.

Belakangan, penyebab kecelakaan BANDAR TOGEL diduga akibat sepatu high heels yang dikenakan Rini Puspitawati yang saat itu mengendarai mobil.

Mobil yang dikendarai Rini melaju dari arah Telaga Sarangan menuju Kota Magetan.

Sebelumnya mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

Mobil tersebut dilaporkan terguling hingga empat kali, sebelum akhirnya ringsek di salah satu kebun sayur milik warga.

Kondisi Rini Puspitawati  kini membaik dan menjalani pemulihan di RSUD dr Soedono, Madiun.

Rini Puspitawati , telah dirujuk di RSUD dr Soedono.

Rini masih belum sadar setelah menjalani operasi untuk mengambil cairan yang masuk ke paru-parunya di RSUD dr Soedono.

Sebelumnya, Rini sempat dirawat di RSUD dr Sayidiman, Magetan, selama dua hari.

Kakak kandung korban, Wiwik mengatakan kondisi adiknya sudah mulai membaik.

Saat ini adiknya masih di rawat di ruang ICU RSUD dr Soedono, Kota Madiun.

“kondisinya stabil AGEN TOGEL langsung dirujuk ke sini, dibawa ke sini.

Setelah diperiksa kondisinya stabil, dilakukan operasi kecil untuk mengambil cairan di paru-paru,” kata Wiwik saat ditemui di RSUD dr Soeodono, Kota Madiun

Ia menuturkan, karena masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU, tidak ada yang diperbolehkan masuk kecuali keluarga korban.

“Yang boleh besuk hanya pihak keluarganya, soalnya di ICU harus steril, butuh ketenangan,” katanya.

Keluarga Rini Puspitawati , kini tidak berani membuka media sosial.

Banyaknya netizen yang menghujat serta kabar hoax tentang kondisi adiknya, membuat keluarga Rini atau Rindu tidak berani membuka Facebook dan Instagram.

Selain itu, ada banyak foto kondisi Rini yang penuh luka pasca kecelakaan.

“Di media sosial hampir setiap hari. saya sampai nggak berani buka Facebook, setelah adik saya mengalami kecelakan.

“Takut lihat gambar, berita-berita bohong, kan bikin saya kesal, bikin emosi,” kata kakak kandung korban, Wiwik, saat ditemui di ruang tunggu pasien di RSUD dr.Soedono,

Ia mengatakan, sejak hari pertama pasca kecelakaan, sudah beredar kabar yang menyebut adiknya meninggal dunia.

Tak hanya itu saja, adiknya juga dikabarkan mengalami luka parah.

“Sama sekali tidak ada patah tulang, di media sosial itu kan dikabarkan, kakinya patah, tangannya patah, hidungnya patah, padahal tidak.

Hanya luka lebam di mata, luka robek di dada kanan, dan juga luka dalam, sama luka lecet-lecet,” katanya.

Suami Wiwik, Sumarno menceritakan setelah barang-barang milik Rini dari lokasi kejadian diserahkan kepada pihak keluarga, segera ia menutup akun Instagram milik Rini.

Dia tidak ingin, netizen atau orang lain menyalahgunakan foto atau menghujat di akun adik iparnya.

“Sudah saya matikan. Senin sore kan baru bisa diambil barang-barangnya.”

“Dompet, uang, semuanya masih ada. Mungkin sebagian kecil yang hilang, yang kami tidak tahu,” kata kakak ipar, Rini saat ditemui di RSUD dr.Soedono.

Wiwik menambahkan, tak hanya BOCORAN TOGEL pihak keluarga yang emosi ketika membaca komentar netizen di media sosial, tetapi juga dari teman-temannya.

Ia berharap pemberitaan mengenai adiknya di media sosial segera menghilang.

“Mungkin sekarang masih hangat-hangatnya, nanti kalau sudah seminggu, sudah ada berita lain kan nanti bosen. Kalau dengar ya emosi, tapi biarlah nanti capek sendiri jempolnya,” imbuhnya.

Kronologi kecelakaan Rini Puspitawati

Menurut sejumlah saksi mata, mobil CRV yang dikendarai Rini Puspitawati melaju dari arah Sarangan, Magetan (Barat) menuju Magetan kota (Timur).

Menurut sejumlah saksi mata, mobil CRV yang melaju dari arah Sarangan, Magetan (barat) menuju Magetan kota (timur).

Sesampai belokan atas kebun stroberi, mobil nahas itu malah melaju kencang dan terbang ke jurang sedalam 200 meter.

“Saya tahu ada mobil terbang dan terdengar letusan, blar. Seorang penumpangnya laki-laki terlempar keluar, sedang AGEN JUDI TERPERCAYA pengemudinya seorang perempuan terjepit badan mobil,” kata Suparno, warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, pemilik kebun tempat mobil CRV mendarat kepada Surya

Saat ditemukan, lanjut Suparno, laki-laki yang kemudian diketahui bernama Ragil Supriyanto jauh dari tempat mobil mendarat dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Kalau sopirnya, perempuan cantik masih hidup meski dalam keadaan terjepit dan dibawa ke rumah sakit Magetan,” kata Suparno.

Kapolsek Plaosan, Resor Magetan AKP Sukono menyebutkan, dari sejumlah keterangan yang dikumpulkan unit Kecelakaan Lalu Lintas setempat, mobil yang melaju dari arah Barat, Sarangan itu melaju cukup kencang dan menabrak guardrail (pagar pengaman) dan terbang terjun ke jurang sebelah Barat kebun stroberi.

“Diduga mobil itu berjalan lurus dan tidak ada tanda-tanda mengerem, saat berada di belokan tajam hingga PAITO ONLINE TERPERCAYA menabrak pagar pengaman dan jatuh ke persawahan,” kata AKP Sukono.

Kondisi mobil CRV keluaran terbaru itu ringsek dan kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki.

“Kedua korban dilarikan ke RSUD dr Sayidiman, Magetan. Korban meninggal ditempatkan di ruang jenazah setempat,” kata Kapolsek.

Proses Evakuasi mobilnya menjadi tontonan wisatawan yang menuju Sarangan maupun sebaliknya.

“Proses evakuasi mobil yang terjun ke jurang itu memakan waktu hingga tiga jam.

“Lamanya proses pengangkatan mobil itu selain medan tempat kejadian perkara (TKP), juga padatnya arus lalu lintas yang melintas dari Sarangan dan sebaliknya,” kata Kepala Unit Kecalakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Magetan, Iptu Yudi Wiyanto kepada Surya

Menurut Iptu Yudi Wiyanto, penanganan evakuasi mobil yang ditumpangi model/pemandu lagu dan kontraktor sebagai pasangan gelap itu dilakukan warga Sarangan setempat dengan cara ditarik truk milik warga dan dibawa ke tempat barang bukti Laka Lantas Polres Magetan.

“Tim evakuasi dari Polres dan warga Sarangan. Kami agak kesulitan, karena medan tempat jatuhnya mobil itu, jauh dari jalan sehingga kami harus mendereknya terlebih dahulu baru ditarik ke atas truk,” kata Iptu Yudi Wiyanto.

Supri salah satu pemilik lahan yang dilewati kendaraan saat evakuasi bangkai mobil, yang tanaman kentangnya rusak, mendapat ganti, meski tidak memadai.

“Tanaman kentang milik saya yang rusak karena dilalui menderek bangkai mobil, semua diganti. Tapi kalau dibandingkan hasil panen ya tidak memadai. Tapi tidak apa apa, ini musibah,” kata Supri.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close